Unit Perikanan merupakan salah satu sektor usaha yang telah berkembang pesat di bawah naungan BUMDesa. Dimulai pada tahun 2018, usaha ini terus mengalami perkembangan hingga tahun 2020, di mana sistem budidaya ditingkatkan untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi produksi. Budidaya ikan di unit ini dilakukan dengan siklus panen yang teratur. Untuk ikan indukan, panen dilakukan setiap 6 bulan sekali, sementara ikan konsumsi dipanen setiap 3 bulan sekali. Setiap kali panen, unit ini mampu menghasilkan sekitar 3 kwintal ikan, yang didistribusikan ke pasar lokal, rumah makan, serta masyarakat desa yang membutuhkan pasokan ikan segar.
Unit Perikanan BUMDesa Jaya Janti memiliki 20 kolam yang difungsikan sesuai dengan tahapan budidaya ikan untuk memastikan pertumbuhan yang optimal. Dari total kolam yang tersedia, 1 kolam digunakan untuk pembesaran, 11 kolam untuk pemijahan, 1 kolam untuk karantina, serta 7 kolam untuk pendederan. Sebagai salah satu unit yang terus berkembang, unit perikanan ini berhasil mencapai hasil penjualan yang signifikan. Sepanjang periode tertentu, unit ini telah menjual 6.431.340 ekor larva ikan, 251.000 ekor kebul (ikan berumur 1 bulan), 2.376 kg ikan glondong (ikan berumur 3 bulan), serta 2.055 kg ikan konsumsi (ikan berumur 6 bulan).
Untuk menjaga kualitas dan produktivitas ikan, unit ini memiliki 6 paket indukan yang terdiri dari 300 ekor betina dan 100 ekor pejantan. Selain itu, unit ini juga terus meningkatkan kapasitas budidaya dengan melakukan penambahan indukan ikan nila guna meningkatkan hasil produksi serta menjaga keberlanjutan stok ikan.
Dalam operasionalnya, Unit Perikanan BUMDesa Jaya Janti juga menaruh perhatian pada perawatan sarana dan prasarana kolam ikan. Pemeliharaan rutin dilakukan untuk memastikan kondisi kolam tetap optimal, termasuk pengelolaan sistem air, kebersihan kolam, serta perbaikan fasilitas yang rusak. Langkah ini bertujuan agar siklus budidaya ikan berjalan lancar dan tidak mengalami gangguan akibat kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Selain mengelola perikanan secara mandiri, unit ini juga berperan dalam pembinaan dan kemitraan dengan petani ikan di sekitar Desa Janti. Program pembinaan ini mencakup pelatihan budidaya ikan, manajemen pakan, serta strategi pemasaran hasil panen. Dengan adanya kemitraan ini, diharapkan para petani ikan lokal dapat meningkatkan produktivitas mereka dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Unit perikanan ini juga menerapkan metode budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengelolaan air dan pakan dilakukan dengan sistem yang lebih efisien, sehingga limbah yang dihasilkan dapat diminimalkan. Dengan adanya unit ini, BUMDesa Jaya Janti turut mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sumber protein berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.