Peningkatan Kapasitas BUMDesa Jaya Janti ke Trenggalek

TRENGGALEK — Dalam upaya memperkuat tata kelola unit usaha berbasis potensi lokal serta meningkatkan kualitas daya tarik wisata desa, jajaran pengurus BUMDesa Jaya Janti melaksanakan agenda Kaji Tiru dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan ke Kebun Agrowisata Belimbing Mulyono (ABM) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kunjungan strategis ini difokuskan untuk menggali praktik terbaik dalam pengembangan destinasi agrowisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Kebun Belimbing ABM Trenggalek dipilih sebagai lokasi studi percontohan karena keberhasilannya memadukan sektor pertanian (budidaya belimbing khas), pengolahan produk turunan, serta manajemen operasional wisata edukatif secara terpadu.

Selama berada di Kebun Belimbing ABM, pengurus BUMDesa Jaya Janti mempelajari rantai nilai agrowisata secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir :

  • Kelembagaan & Kemitraan Lokal Menggali pola kolaborasi sinergis antara pengelola agrowisata, kelompok tani lokal, dan jaringan pemasaran untuk menciptakan ekosistem bisnis desa yang mandiri dan berkelanjutan.
  • Manajemen Agrowisata Terpadu Mempelajari strategi pemeliharaan dan pengaturan pola tanam agar kebun tetap produktif sepanjang tahun serta siap menyajikan pengalaman memetik buah segar yang interaktif bagi pengunjung.
  • Diversifikasi Produk Olahan (UMKM) Melihat langsung proses inovasi pengolahan hasil panen belimbing menjadi berbagai produk turunan (seperti sirup, keripik, dan olahan makanan khas) yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan tahan lama sebagai oleh-oleh desa.

"Studi kapasitas ke Kebun Belimbing ABM Trenggalek ini membuka wawasan baru bagi kami. Pengembangan agrowisata bukan sekadar menyajikan pemandangan atau tempat rekreasi, melainkan membangun ekosistem terpadu dari budidaya, inovasi olahan, hingga pemberdayaan masyarakat," ujar perwakilan pengurus BUMDesa Jaya Janti.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggali secara langsung potensi budidaya belimbing yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat. Melalui kunjungan dan pembelajaran di kebun, peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat praktik pengelolaan tanaman belimbing, mulai dari perawatan tanaman, perlindungan buah, hingga berbagai aspek yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan produktivitas hasil panen.

Interaksi langsung dengan pelaku usaha dan petani menjadi ruang belajar yang penting bagi BUMDesa Jaya Janti. Pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada aspek teknis budidaya, tetapi diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai bagaimana potensi belimbing dapat dikelola sebagai sebuah rantai usaha yang bernilai tambah dari produksi, peningkatan kualitas, pengolahan, hingga peluang pemasaran.

Melalui pendekatan ABM Belimbing, BUMDesa diharapkan mampu semakin mengenali potensi dan tantangan usaha yang ada di tingkat lokal. Dengan kapasitas yang semakin kuat, BUMDesa dapat berperan lebih aktif sebagai penggerak ekonomi desa, membangun kolaborasi dengan petani dan pelaku usaha, serta menciptakan peluang usaha baru yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these