DESA JANTI, KLATEN – Sektor pertanian modern kembali mencetak terobosan cerdas melalui hadirnya Semi Green House Padakan. Mengusung konsep teknologi rumah kaca semi-permanen dan efisiensi lahan, kawasan ini siap menjadi ikon agrowisata baru yang menawarkan pengalaman memetik buah segar langsung dari pohonnya.
Kawasan dengan total luas 1.600 meter persegi ini menaungi 3 unit semi green house. Penanaman perdana telah sukses dilaksanakan pada momen spesial, yakni tanggal 9 September 2025 tepat pukul 09.00 WIB. Menggunakan kombinasi atap plastik UV dan dinding jaring anti-serangga (insect net), tanaman tetap mendapat sirkulasi udara alami yang optimal sekaligus terlindung dari curah hujan berlebih dan ancaman hama tanpa bergantung pada pestisida kimia.
Dukungan Inovasi Material Fiber BUMDesa Jaya Janti
Sejalan dengan semangat modernisasi pertanian tersebut, BUMDesa Jaya Janti turut mengadaptasi teknologi pelindung tanaman dengan memanfaatkan material fiber berkekuatan tinggi. Penggunaan atap fiber ini berfungsi protektif untuk melindungi tanaman dari paparan cuaca ekstrem secara langsung, seperti guyuran hujan lebat dan angin kencang. Meskipun kokoh, material fiber tetap mampu meneruskan pencahayaan matahari secara optimal untuk mendukung proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman secara maksimal.
"Melalui perlindungan green house, kita bisa menjaga kelembapan dan intensitas cahaya matahari secara presisi. Fase pertumbuhan awal anggur selama 5 bulan dapat berjalan optimal, dan selanjutnya kita bisa memanen buah secara berkelanjutan setiap 3 hingga 4 bulan Hari Setelah Pangkas (HSP)," ujar Sutarmin, pengelola kawasan budidaya.
Daya Tarik Agrowisata Petik Sendiri dan Paket Study Tour
Tidak hanya berfokus pada hasil panen, kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi agroeduwisata kekinian yang mudah viral di media sosial. Tempat ini menjadi pilihan ideal untuk paket study tour sekolah maupun kunjungan wisata keluarga yang ingin belajar langsung mengenai teknik pemangkasan (pruning), pembentukan cabang, hingga manajemen pembuahan.
Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman seru memetik langsung buah anggur segar dari pohonnya hanya dengan tarif Rp65.000 per kilogram untuk semua varian. Pada masa panen awal, satu pohon anggur rata-rata mampu menghasilkan sekitar 4 kilogram buah, dan jumlah ini akan terus meningkat signifikan seiring bertambahnya usia dan kapasitas pohon.
Sinergi budidaya presisi dan inovasi fasilitas ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pertanian daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.



